[Gaya Hidup] Sehat itu Hak atau Amanah?

Sahabat 1 : “Bung hati-hati dengan kebiasaanmu merokok…Suatu saat rokokmu yang menyebabkan kamu sakit dan menderita”

Sahabat 2 :“Ah…Santai aja Bung… Kalau memang sudah waktunya meskipun tidak merokok ya sakit, ya mati…Hidup sekali dinikmati saja”

Obrolan itu saya dengar beberapa tahun yang lalu. Dan sang Sahabat 2 beberapa hari yang lalu meninggal dunia setelah beberapa minggu tergolek di rumah sakit karena menderita kanker paru-paru.

Pernyataan Sahabat 2 sekilas ada benarnya, karena sakit dan mati adalah termasuk ketentuan Tuhan. Pada konteks takdir pernyataannya tepat. Dan dia secara tersirat menyatakan bahwa hidup dan kesehatannya adalah hak, yang bisa terserah dia memperlakukannya. Benarkah?

“Yang penting khan apa yang saya lakukan tidak mengganggu orang lain. Yang sakit saya sendiri, saya rasakan sendiri kok, tidak menyakiti orang lain…!” Benarkah?

Sakit adalah kesehatan yang dicabut, dan mati adalah kehidupan yang dicabut. Benarkah kesehatan adalah hak? Benarkah hidup adalah hak? Yang bisa seenak kita sendiri menggunakannya atau mengabaikannya?

Yang pasti : sehat dan hidup ini adalah pemberian Tuhan, atau lebih tepatnya amanah, titipan yang harus kita jaga. Dalam setiap amanah ada kewajiban yang harus kita pertanggungjawabkan, kelak. Saat kita mengabaikan kesehatan, apakah itu sikap yang bertanggungjawab?

Memang benar, merokok atau tidak merokok sama saja bisa sakit.

Bahkan orang yang seumur hidupnya selalu bersikap hati-hati menjaga kesehatannya dengan pola hidup yang baik, tetap saja bisa sakit. Namun dia telah bersikap tanggungjawab dengan menjaga amanah kesehatannya, tentu saja itu adalah nilai yang sangat tinggi di hadapan Tuhan Yang Memberi Kesehatan. Dan pasti, nilai itu akan mendatangkan manfaat di dunia atau di kehidupan berikutnya.

Kita hidup dalam satu atmosfir bumi, menginjak bumi yang sama. Kita berada dalam satu cosmic, saling berhubungan. Tak mungkin setiap perbuatan kita tidak berdampak bagi orang lain. Karena itu jangan pernah berpikir bisa berbuat seenaknya dalam hidup, tanpa harus bertanggungjawab kepada orang lain.

Saat kita mengabaikan kesehatan kita, bersikap seenaknya tanpa peduli akibatnya, saat itulah seharusnya kita juga berpikir dan mempersiapkan pertanggungjawabannya kelak, kepada Tuhan. Dan kepada orang di sekitar kita, keluarga, kerabat, sahabat.

Berarti kita tidak punya hak yang mutlak dong? Yang bisa kita gunakan dengan bebas?

Benar sekali. Karena dalam kehidupan yang sekarang, yang ada hanyalah titipan dari Tuhan, bukan sepenuhnya milik kita. Namun kita masih punya kebebasan untuk memilih, yang selalu diikuti oleh konsekuensi dan tanggung jawab. Pilihan di tangan kita, di tangan Anda…Silakan…

Advertisements

One thought on “[Gaya Hidup] Sehat itu Hak atau Amanah?

  1. kira2 anak muda sekarang jawabnya apa yah????
    banyak kenakalan remaja diakrenakan memang mereka tidak memikirkan konsekuensi perbuatan mereka…mungkin jg karena mereka belum sedewasa kita dalam pberpikir dan bertindak…bahkan yang lebih dewasa, lebih pintar, jabatan tinggi, penddidkan tinggi sekalipun masih korupsi dan berbuat mesum….hmmmmm cape deh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s