[Gaya Hidup] Identitas Saya

gambar diambil dari shaffik.com

Sejak kecil, sejak saya mulai gemar membaca, saya sudah sangat ingin menjadi penulis. Saat itu belum ada yang mengajarkan kepada saya bahwa penulis adalah sebuah profesi yang bisa dijadikan cita-cita, dan sampai saat ini pun sebenarnya banyak orang yang masih skeptis bahwa menulis bisa dijadikan profesi.

Semakin lama kegemaran saya membaca semakin berkembang sehingga berubah menjadi kegilaan. Bagaimana tidak dibilang gila bila saya korbankan seluruh uang jajan saya hanya untuk beli buku. Apa namanya bila anak usia SD menghabiskan sebuah novel dalam waktu sehari semalam, kalau bukan gila. Kegilaan saya membaca buku juga menguatkan keinginan saya untuk menulis, menjadi penulis. Karena saat-saat itu di sekitar saya tidak ada penulis, dan tidak ada yang membimbing saya untuk menulis, maka keinginan hanya menjadi keinginan.

Pada tahun dua ribu enam, di usia saya yang ketiga puluh empat saya dipertemukan dengan komunitas penulis FLP. Saat itulah saya mulai berani menulis. Sejak saat itu semangat saya menulis meningkat tajam. Seperti hendak balas dendam akan terlewatnya usia saya tanpa menulis, saya menggebu belajar dan berlatih menulis.

Sekarang, setelah saya berhenti bekerja sebagai karyawan, apakah profesi saya adalah penulis? Bukan! Penulis bukanlah profesi bagi saya saat ini, tapi lebih dari itu. Bila profesi saya penulis berarti suatu saat saya bisa pensiun dari profesi  penulis, atau suatu saat izin praktik saya dicabut sebagai penulis. Bagi saya penulis adalah identitas.

Dalam NLP dikenal ada enam Neurogical Layer. Identitas adalah layer tertinggi setelah spiritual. Identitas sangat mempengaruhi layer-layer di bawahnya  yaitu nilai, kemampuan , perilaku, dan lingkungan.

Apa beda profesi dengan identitas? Profesi memerlukan legalisasi dari eksternal , dari orang lain, dari lingkungan, sedangkan identitas adalah pilihan diri sendiri, dari dalam, internal dan tidak tergantung eksternal. Profesi ada pada layer terendah karena sangat terpengaruh lingkungan. Seharusnya, profesi dipilih berdasarkan identitas, tapi banyak orang memilih profesi yang tidak sesuai identitasnya. Apa yang terjadi bila seseorang memilih profesi yang tidak sesuai identitasnya?

Saya memutuskan untuk menjadikan penulis sebagai identitas saya. Bila saya ingin bahagia, bila saya memutuskan untuk bahagia, maka nilai-nilai yang saya pegang haruslah sesuai identitas saya sebagai penulis. Selanjutnya saya harus mengembangkan kemampuan saya sesuai nilai-nilai yang saya yakini, karena saya harus berperilaku sesuai identitas dan nilai-nilai yang sudah saya pilih dan putuskan, sebagai penulis. Dengan identitas pilihan saya, saya harus bertanggungjawab kepada lingkungan.

Apa yang terjadi bila ada ketidakselarasan antar layer? Orang sering menyebutnya galau…Karena itu, bagi yang sedang galau silakan evaluasi keselarasan neurogical layer Anda, dimulai dari memilih identitas, karena saya yakin spiritual Anda tidak bermasalah. Bagaimana bila yang belum jelas spiritualnya? Silakan Anda benahi dulu….

Pilih dan putuskan identitas Anda! Pilih yang terbaik dan paling bermanfaat. Identitas adalah jawaban pertanyaan ‘Siapa Anda?’, sehingga biasanya jawaban bukan kata tunggal tapi majemuk yang saling melengkapi dan menguatkan.

Saya seorang penulis yang ingin selalu menjadi lebih baik, identitas saya. Siapa Anda, apa identitas Anda?

Advertisements

2 thoughts on “[Gaya Hidup] Identitas Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s