[Kripik 42] Telur Kehidupan

Apa yang Anda pikirkan saat melihat sebutir telur ayam?

Anak ayam…Telur dadar…Telur rebus…Kue…

Dari sebutir telur Anda bisa mendapatkan seekor anak ayam, yaitu dengan menetaskannya. Telur bisa menjadi aneka makanan yang lezat. Telur juga bisa diolah menjadi hiasan.

Untuk mengambil manfaat yang lebih baik dari sebutir telur Anda harus mengubahnya, mengubah wujud telur, dengan sebuah proses tindakan yang jelas terarah. Tanpa melakukan sebuah proses tindakan Anda tidak akan mendapat manfaat apapun dari sebutir telur. Waktu membatasi manfaat telur, karena bisa membusuk.

Proses tindakan yang tidak terarah juga menyebabkan Anda kehilangan manfaat dari sebutir telur, atau tidak berhasil mendapat apa yang Anda harapkan. Anda tidak akan pernah mendapatkan anak ayam dari telur yang disimpan di lemari es. Anda juga akan gagal menikmati telur ceplok bila telur Anda pecahkan dan dikocok.

Bila Anda ingin mendapat seekor anak ayam dari sebutir telur, anda harus menyimpannya dalam temperatur tertentu untuk waktu tertentu. Secara berkala anda perlu membalik telur yang akan Anda tetaskan.

Begitu pula dalam mengubah telur menjadi makanan, ada cara-cara tertentu sesuai tujuan Anda.  Bahkan bila pun ingin menyimpan telur tersebut dalam wujudnya yang asli, Anda harus melakukan sebuah proses pengawetan.

Dalam hidup ini Anda mendapatkan banyak ‘telur’. Usia, kesehatan, ilmu, harta, anak dan banyak hal yang Anda terima adalah ‘telur-telur’ kehidupan. Anda harus melakukan sebuah proses tertentu sesuai manfaat yang diharapkan dari ‘telur-telur’ itu, atau Anda akan kehilangan dan tidak mendapat manfaat apapun darinya.

Anda wajib bersabar dan menunda keinginan dalam proses menetaskan ‘telur kemuliaan’ , bahkan mungkin sepanjang hidup di dunia fana, karena ‘telur’ itu akan menetas dan menjadi kemuliaan Anda di kehidupan berikutnya.

Membiarkan ‘telur’ itu membusuk dan tak bermanfaat adalah sikap tidak bertanggung jawab, mengingkari amanah dari Sang Pemberi ‘telur’.

Anda harus melakukan sebuah PROSES TERTENTU dengan ARAH yang JELAS agar mendapatkan MANFAAT  ANUGERAH kehidupan. MENGABAIKAN ANUGERAH itu adalah sikap PENGINGKARAN terhadap  SANG PEMBERI HIDUP.

Hiduplah Efektif dan Bahagia.

 Terinspirasi dari :

“The key to everything is patience. You get the chicken by hatching the egg, not by smashing it.”

– Arnold H. Glasgow-

[Penulis adalah seorang Trainer, Coach, dan lebih suka disebut sebagai Mental Programmer. Memiliki Lisensi resmi dari Richard Bandler sebagai Master Praktisi  NLP. Untuk mengetahui informasi lengkap tentang penulis silakan kunjungi http://www.NurMuhammadian.com Penulis buku “Kripik untuk Jiwa”]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s