[Kripik 43] Rimba dan Orang Tua

Dua orang pengelana muda melakukan perjalanan bersama. Mereka mendengar keberadaan danau yang indah di tengah sebuah rimba. Mereka memutuskan untuk mendatangi danau itu. Di dalam rimba mereka tersesat.

Mereka bertemu dengan seorang tua.

“Hendak kemana anak muda?”

“Kami ingin ke danau di tengah hutan ini. Kabarnya danau itu sangat indah. Tapi sekarang kami tersesat, tidak tahu jalan ke sana maupun keluar rimba ini”

Gambar dari cebonkcommunity.blogspot.com

“Ada dua jalan menuju danau itu yang bisa kalian lalui. Tapi aku sarankan kalian tidak melalui jalan yang sebelah barat. Jalan itu tampak mudah dilalui. Di sebelah kanan dan kiri jalan itu dipenuhi pohon-pohon buah yang segar. Tapi banyak pasir hisap dan lubang-lubang tak terlihat di jalan itu. Jalan yang sebelah timur terlihat agal sulit, penuh halangan dan butuh waktu lebih lama untuk mencapai danau, namun sebenarnya jalan itu sangat aman. Untuk keluar dari rimba ini ikuti saja jalan sebelah utara danau. Sayang sekali saat ini aku harus melakukan sesuatu yang penting, tidak bisa menemani kalian”

“Apakah Bapak pernah melalui jalan yang sebelah barat?”

“Ya..Aku pernah melalui jalan itu”

“Terima kasih Pak atas petunjuknya”

Ternyata kedua pengelana muda itu memiliki sikap yang berbeda menanggapi  kata-kata sang orang tua.

“Aku tidak mau menuruti kata-kata orang tua tadi. Enak aja melarang kita, dia sendiri melakukannya, melewati jalan itu”

Akhirnya mereka berpisah, memilih jalan masing-masing. Bisa ditebak siapa yang selamat atau lebih cepat mencapai danau dan keluar dari hutan.

Rimba dalam cerita ini adalah mewakili kehidupan kita. Kita harus berhati-hati memilih jalan dalam hidup. Bila seseorang melarang kita berbuat sesuatu, padahal dia pernah melakukannya, mungkin dia tidak mau kita mengalami hal buruk seperti yang dia terima sebagai akibat perbuatannya. Orang tua, orang-orang yang lebih dahulu melalui hidup dari kita pernah melakukan kesalahan, dan mereka tidak mau kita melakukan kesalahan yang sama. Bukankah mendengarkan mereka lebih efektif daripada kita mencoba sendiri setiap jalan kehidupan dan menerima akibat dari jalan yang kita coba?

Bila seseorang MELARANG Anda MELAKUKAN sesuatu, padahal DIA PERNAH melakukannya, itu karena dia TIDAK INGIN Anda menerima AKIBAT BURUK seperti yang dia terima.

Hiduplah efektif dan bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s