[Parenting] Seri Buku Raport : Terlambat Bila Baru Tahu Kondisi Anak dari Raport

“Ayo belajar! Sebentar lagi khan ujian!!”  Hardikan orang tua yang diucapkan hampir setiap hari saat anaknya akan menghadapi ujian.

“Kok nilaimu jelek sich?!!” Hardikan orang tua yang diucapkan dengan emosi setelah membaca buku raport anaknya.

Siklus hardikan orang tua kepada anaknya terjadi setiap semester, dan banyak yang tidak mengalami perubahan, baik perubahan sikap sang orang tua maupun perubahan yang membaiknya nilai dari sang anak.

Banyak orang tua menganggap bahwa saat anaknya mulai masuk sekolah maka sebagian besar  tanggung jawab pendidikan , bahkan ada yang menganggap seluruhnya, menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Orang tua seperti ini biasanya hanya memantau perkembangan pendidikan anaknya enam bulan sekali, saat membaca buku raport.

Sejatinya sekolah hanyalah institusi yang membantu orang tua berupa fasilitas pendidikan, bukan penerima limpahan tanggung jawab pendidikan anak. Sekolah hanya menyediakan fasilitas berupa barang dan jasa untuk membantu orang tua meningkatkan kualitas sang anak. Sampai kapanpun, atau sampai anak dewasa dan mandiri, mendidik anak adalah tanggung jawab orang tua, yang merupakan amanah dari Tuhan. Membayar uang ke sekolah hanyalah sebagai imbalan fasilitas yang disediakan sekolah, bukan uang penebusan tanggung jawab.

Nilai raport adalah laporan hasil akhir suatu proses peningkatan kualitas akademik anak selama enam bulan. Bila orang tua hanya memantau nilai raport, apa andilnya dalam proses itu? Bila orang tua baru tahu kelemahan anaknya pada akhir proses, bagaimana bisa menuntut anaknya berubah menjadi lebih baik.

gambar dari ardisfamily.wordpress.com

Orang tua yang bertanggung jawab akan selalu memantau perkembangan pendidikan anaknya, setiap waktu. Mereka sadar dan menganggap bahwa baru mengetahui kekurangan anak dari nilai raport adalah suatu keterlambatan dan kelalaian mereka sendiri. Mereka sadar bahwa komunikasi yang efektif dan lancar harus terjaga dengan pihak sekolah. Mereka selalu membutuhkan laporan informal dari pihak sekolah tentang perkembangan anaknya, baik akademik  maupun moral dan ahlak. Pada saat mereka sendiri yang menemukan sesuatu yang harus segera diperbaiki pada anaknya, mereka akan segera menghubungi pihak sekolah untuk bersama merancang sebuah program perbaikan dan bersama menjalankannya. Orang tua bertanggung jawab benar-benar memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah untuk kebaikan dan masa depan anaknya.

“Besok pelajaran apa nak?

“Ada kesulitan untuk pelajaran besok?”

“Ada yang bisa Mama bantu? “

“Wah Papa tidak tahu jawaban pertanyaan itu, coba pinjam bukumu Papa bantu cari jawabannya”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s