[Parenting] Seri Buku Raport : Project Bersama

raportSelesai membaca buku raport anak, ada tiga kemungkinan sikap orang tua yang paling banyak  dilakukan. Pertama adalah sikap puas atau senang atau bangga karena mendapati nilai-nilai anaknya bagus-bagus. Sikap kedua adalah kecewa atau marah atau resah karena mendapati nilai-nilai anaknya mengecewakan. Yang ketiga adalah bersikap biasa atau dingin atau acuh. Tentu saja sikap ketiga adalah sikap yang paling tidak bertanggung jawab sebagai orang tua, meskipun penyebabnya kemungkinan sang orang tua buta huruf.

Bersikap senang atau resah setelah melihat buku raport anak adalah bukti kepedulian orang tua terhadap perkembangan pendidikan sang anak, sikap yang bagus. Orang tua yang senang akan memuji prestasi nilai raport anaknya, bahkan memberi hadiah sebagai apresiasi. Orang tua yang resah akan menegur anaknya, bahkan mungkin memberi hukuman. Sikap-sikap yang wajar, karena anak memang perlu apresiasi dari upaya yang dilakukannya dan perlu ditegur bila kurang berupaya untuk masa depannya sendiri. Pujian atau teguran, apresiasi atau hukuman, memang dibutuhkan sang anak, namun apakah cukup sampai di situ?

Setelah memuji atau menegur biasanya orang tua akan menghimbau anaknya agar lebih rajin belajar. Ada juga orang tua yang memerintahkan anaknya untuk mengikuti les private atau bimbingan belajar, melakukan upaya lebih keras dengan mencari bantuan dari institusi selain sekolah. Himbauan dan perintah orang tua kepada anaknya, untuk mempertahankan atau meningkatkan nilai dalam buku raport, kebanyakan dilakukan orang tua tanpa mempertimbangkan kemauan sang anak. Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, menghendaki anaknya mendapat nilai yang baik dalam buku raport demi masa depan sang anak sendiri, tapi bagaimana dengan kemauan dan kehendak anak? Apakah sang anak sudah memahami dan menyadari pentingnya nilai dalam buku raport? Selain sekedar memenuhi syarat kenaikan kelas atau sekedar mendapatkan pujian?

Nilai dalam buku raport hanyalah hasil evaluasi salah satu tahap dari banyak tahapan lain dalam sebuah proses yang panjang, proses pendidikan. Sedangkan proses pendidikan formal hanyalah sebagian dari proses besar pencarian bekal untuk menghadapi masa depan. Itulah yang harus disampaikan kepada anak. Sejak dini, anak harus mendapat pemahaman tentang manfaat sekolah untuk mencapai tujuan. Secara bertahap, sesuai bertambahnya usia, kesadaran anak tentang pentingnya sekolah, mencari bekal ilmu, haruslah semakin kuat. Moment terbaik untuk mengevaluasi dan menguatkan kesadaran anak adalah saat penerimaan buku raport.

Seharusnya orang tua tidak sekedar membaca dan bereaksi terhadap nilai-nilai dalam buku raport. Orang tua sebaiknya mengajak anaknya membahas setiap nilai yang tercantum dalam buku raport. Anak perlu diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan perasaannya tentang mata pelajaran- mata pelajaran yang dia terima di sekolah. Orang tua juga harus tahu kendala-kendala apa yang dihadapi anak dalam setiap bidang pelajaran sehingga mendapat nilai yang kurang. Berdasarkan nilai raport dan pendapat serta perasaan sang anak, orang tua dan anak bisa berdiskusi untuk mencari solusi.

Orang tua dan anak bisa membicarakan atau mendiskusikan satu per satu nilai-nilai yang tercantum dalam buku raport, mata pelajaran demi mata pelajaran. Orang tua harus menggali aspirasi dan perasaan anak pada setiap mata pelajaran. Selanjutnya orang tua, dengan data informasi yang didapatkan, bisa menyampaikan kepada anak beberapa tawaran solusi yang bisa dilakukan. Berdasarkan cita-cita anak orang tua juga bisa memberi pemahaman tentang pentingnya beberapa mata pelajaran sehingga harus diperjuangkan maksimal. Sebaliknya, pada beberapa mata pelajaran bisa jadi orang tua sepakat dengan sang anak untuk ‘merelakan’ nilainya hanya sekedar memenuhi nilai ketuntasan.

Diskusi harus ditutup dengan sebuah resolusi, target pencapaian nilai semester selanjutnya yang disepakati orang tua dan anak. Secara periodic, tidak menunggu nilai raport, orang tua harus melakukan evaluasi proses pencapaian target, sehingga bisa segera membantu anak mencari solusi bila ada masalah.

Proses pendidikan anak adalah sebuah project bersama antara orang tua dan anak. Orang tua sebagai pengawas project harus selalu mengikuti perkembangan pelaksanaan project, dan segera mengajak sang anak sebagai pelaksana project berdiskusi menemukan solusi bila menemukan sesuatu yang berpotensi menganggu proses pelaksanaan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s