[Kripik 55] Ukuran Gelas

Pada saat liburan Andi mengajak istri dan anak-anaknya menjenguk orang tuanya, kakek dan nenek dari anak-anaknya.

Pada suatu malam Andi ngobrol berdua dengan ayahnya, kesempatan yang sebenarnya dinanti-nanti Andi.

“Ayah, apa sich makna hidup berkelimpahan? Ada orang yang bilang bahwa hidup bahagia itu adalah hidup yang berkelimpahan. Apakah hidup berkelimpahan itu hidup dengan harta yang banyak sekali, kaya raya?”

Sang ayah tersenyum dan menyuruh Andi mengambil teko berisi air, dua gelas dengan ukuran yang sama, satu gelas lebih besar, satu gelas lebih kecil, dan sebuah mangkok.

Sang ayah kemudian mengisi sebuah gelas sampai penuh. “Sebanyak inilah rezeki yang kau terima dari Tuhan”

Kemudian dia menyuruh Andi memindahkan  air  dalam gelas itu ke gelas lain yang punya ukuran sama.”Seperti itulah hidup berkecukupan”

Ayah menuangkan lagi air dari teko, mengisi gelas yang tadi dipindahkan isinya, kemudian menyuruh Andi kembali memindahkan isinya sampai habis ke gelas yang lebih besar. Tentu saja gelas besar itu tidak terisi penuh.”Itulah hidup kekurangan”

Sekali lagi ayah mengisi air pada ‘gelas rezeki’, juga  meminta Andi memindahkan seluruh isinya ke gelas yang lebih kecil. Sebelumnya ayah menyuruh Andi meletakkan gelas kecil ke dalam mangkok. Air meluber dan tumpah ke dalam mangkok  karena gelas kecil tidak cukup menampungnya.”Nah, seperti itulah hidup yang berkelimpahan”

air melimpahi gelas“Berkecukupan, kekurangan, atau berkelimpahan bukan tergantung banyaknya air yang kau terima, tapi tergantung ukuran gelasmu yang menampungnya. Sebanyak apapun air yang kau terima tidak akan membuatmu berkecukupan, apalagi berkelimpahan, bila gelasmu selalu lebih besar. Sebaliknya, bila gelasmu selalu lebih kecil dari jumlah air yang kau terima, kamu akan selalu berkelimpahan. Air yang tumpah ke dalam mangkok melambangkan  limpahan rezekimu yang bermanfaat bagi orang lain di sekitarmu. Limpahan rezekimu bisa membahagiakan orang lain, karena itulah hidupmu yang berkelimpahan membuatmu selalu bahagia”

Hidup dengan KEBUTUHAN yang selalu lebih KECIL dari jumlah REZEKI yang didapatkan mendatangkan KEBAHAGIAAN.

Hidup Efektif dan Bahagia

[Penulis adalah seorang Trainer, Coach, dan lebih suka disebut sebagai Mental Programmer. Memiliki Lisensi resmi dari Richard Bandler sebagai Master Praktisi  NLP. Untuk mengetahui informasi lengkap tentang penulis silakan kunjungi http://NurMuhammadian.blogspot.com – Penulis buku “Kripik untuk Jiwa”]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s