[Kripik 59] Tindakan Nyata

Di sebuah kantin perusahaan, Adul, Wawan dan Budi makan siang dalam satu meja. Adul dan Wawan asyik membicarakan keburukan-keburukan perusahaan mereka.

“Kacau nih management tempat kita..! Struktur organisasinya tidak efisien…!”

“Iya…Apalagi di divisiku…”

“Seharusnya kita bisa mendapatkan keuntungan lebih besar, gara-gara pengaturan yang tidak becus kita gak dapat bonus…!”

Selama bermenit-menit, sambil makan, Adul dan Wawan tak henti mengeluhkan kondisi perusahaan mereka. Sementara Budi hanya mendengarkan sambil makan.

“Bud…Kamu kok diam aja sich!”

“Iya Bud…Komentar dong! Emangnya kamu sudah puas dan nyaman dengan kondisi perusahaan kita?”

Sambil tersenyum Budi menanggapi teman-temannya.

“Dari tadi aku mendengarkan dan menunggu”

“Menunggu apa Bud?” Wawan memandang Budi penasaran.

“Dari tadi kalian hanya mengeluh dan menghujat perusahaan kita. Apa yang bisa aku komentari? Aku menunggu pendapat atau ide dari kalian untuk langkah-langkah yang bisa kita lakukan sebagai solusi. Langkah kecil yang mampu kita lakukan untuk perubahan. Aku sendiri belum punya ide. Karena itu aku memilih untuk tidak berkomentar. Mungkin bila suatu saat kondisi sudah tidak bisa aku tolerir lagi aku akan mencari kerja di tempat lain. Tapi, selama aku masih bekerja di sini, aku akan mengerjakan yang terbaik yang bisa aku lakukan”

Adul dan Wawan terdiam sesaat. Saat mereka akan menanggapi kata-kata Budi, terdengar suara benda jatuh di sebelah mereka. Ternyata ada seorang teman mereka terpeleset karena lantai yang licin. Budi segera berdiri dan sigap membantu temannya berdiri, kemudian segera memanggil petugas cleaning service. Sementara Adul dan Wawan hanya memandang sambil berkomentar tentang pihak yang harus disalahkan sebagai penyebab terjadinya  ‘kecelakaan kecil’ itu. Komentar-komentar mereka berubah menjadi perdebatan seru ketika Budi membantu memapah temannya yang terjatuh tadi menuju poliklinik perusahaan.  

actionBudi juga merasa tidak nyaman dengan kondisi perusahaan. Tapi dia sadar bahwa mengeluh dan mencari-cari pihak yang salah tidak ada gunanya, bahkan mengakibatkan galau atau depresi. Budi memilih untuk  bekerja dengan baik sambil terus mencari ide solusi yang bisa dia lakukan untuk  menghasilkan perubahan yang lebih baik bagi  dirinya, bagi perusahaan, dan bagi orang banyak.

 

Mungkin wajar MENGELUHKAN  KONDISI yang BURUK, tapi TIDAK ada MANFAATNYA. TINDAKAN NYATA yang bisa MENGUBAH KONDISI menjadi lebih BAIK, sekecil apapun.

Hidup Efektif dan Bahagia.

[Penulis adalah seorang Trainer, Coach, dan lebih suka disebut sebagai Mental Programmer. Memiliki Lisensi resmi dari Richard Bandler sebagai Master Praktisi  NLP. Untuk mengetahui informasi lengkap tentang penulis silakan kunjungi http://NurMuhammadian.blogspot.com – Penulis buku “Kripik untuk Jiwa”]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s