[Kripik 60] Just Move

“Kok tidur melulu Dul…Pagi-pagi begini semua orang semangat berkarya,kamu malah tidur!”

“Pusing Dil…Stress aku…Dagangan sepi, harga-harga naik semua, daripada pusing mending tidur…!”

“Kalau sakit memang harus istirahat Dul…Saat stress pikiran perlu diistirahatkan, tapi jangan lama-lama. Tidur terlalu lama juga tidak baik untuk kesehatan, kalau belum juga sembuh kamu harus berobat. Kalau pusingmu karena stress memikirkan keadaan maka kamu harus berpikir mencari solusi, dengan tidur terus kamu tidak akan menemukan solusi, malah semakin pusing”

“Lalu apa yang harus aku lakukan Dil? Aku bingung, tak tahu bagaimana caranya mengubah kondisi ini. Khan aku tak kuasa menurunkan dolar?” Adul tersenyum meringis dipaksakan.

Banyak orang yang menyerah dan tidak melakukan apa-apa, hanya bisa menunggu kondisi berubah. Mereka menganggap pangkal masalah yang sekarang terjadi di negeri kita adalah melemahnya nilai tukar rupiah. Mungkin anggapan mereka benar, dan mungkin juga benar bahwa mereka tidak berdaya menaikkan nilai tukar rupiah, tapi bukan berarti mereka harus diam saja tanpa berbuat apa-apa. Semakin mereka diam tak melakukan apa-apa, semakin mereka tenggelam dalam kebuntuan pikiran yang memicu stress dan depresi, semakin bertambahlah penderitaan mereka. Mereka mungkin tak berdaya mengubah kondisi ekonomi makro negeri kita, tapi mereka tetap harus bertanggungjawab pada diri sendiri dan lingkungan terdekat.

“Apa yang harus mereka lakukan? Dengan pikiran buntu karena stress memikirkan keadaan bisakah mereka menemukan solusi? “ Adul garuk-garuk kepala

Pikiran dan tubuh adalah satu system. Mana lebih dulu antara senyum dengan bahagia? Ada yang menjawab bahagia dulu, ada yang menjawab senyum dulu, dan dua-duanya benar. Orang akan tersenyum cerita saat bahagia, dan orang akan lebih mudah bahagia dengan tersenyum. Saat sedang sedih sehingga sangat sulit mengubahnya menjadi bahagia maka hal termudah yang bisa dilakukan adalah ‘memaksakan’ diri tersenyum.
Orang yang stress akan sangat sulit memikirkan solusi, semakin dipikir semakin stress, karena mereka masih berpikir dalam masalah, karena sikap tubuh mereka adalah sikap orang yang bermasalah.

“Waduh tambah bingung aku! “ Adul mengacak-acak rambutnya.

Saat ini banyak orang yang suka sesuatu yang instant. Sekali minum obat langsung sembuh, tinggal siram dengan air panas makanan langsung bisa disantap, begitu pula saat menghadapi masalah. Mereka yang sedang menghadapi masalah hanya mau bergerak berbuat sesuatu bila mereka yakin bisa langsung menghasilkan solusi, padahal tidak selalu bisa begitu. Saat mereka ada dalam masalah, sehingga stress, maka pikiran mereka akan buntu dan sangat sulit mencerna sesuatu. Jangankan menemukan solusi sendiri, saran solusi dari orang lain akan mereka tolak.
Yang harus mereka lakukan adalah segera bergerak, melakukan sesuatu, apapun itu asal berisi kebaikan. Langkah awal adalah dengan meningkatkan kualitas ibadah dan banyak berdoa. Kemudian melakukan kebaikan-kebaikan kecil yang bermanfaat bagi lingkungan terdekat dan terkecil. Mungkin bisa dimulai dengan membersihkan dan menata rumah. Membersihkan dan menata lingkungan kampung. Bersilaturahim ke saudara dan kerabat sekedar berbagi senyum dan menanyakan keadaan. Datang ke rumah sakit dan menghibur mereka yang sakit dengan senyum, salam ramah dan doa yang tulus. Banyak hal-hal sederhana, yang hampir tidak membutuhkan uang, yang menghasilkan kebaikan dan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Yang mereka lakukan mungkin tidak langsung jadi solusi masalah utama mereka, tapi dengan melakukan sesuatu yang bermanfaat mereka sudah keluar dari sikap-sikap orang yang bermasalah sehingga kebuntuan pikiran akan mencair dan lebih mudah berpikir mencari solusi.

how-to-move-on-21482120“Dengerin tuh Dul…! Kamu jangan tidur saja…Kamu tidak akan pernah menemukan solusi dengan tidur bermalas-malasan. Ayo bantuin aku membersihkan kandang kambing!” Adil menarik bangun temannya.

Saat BELUM menemukan SOLUSI untuk MEMPERBAIKI keadaan, LAKUKAN saja KEBAIKAN apapun, mulai dari HAL KECIL yang mampu dilakukan.

Hidup efektif dan bahagia.

[Penulis adalah seorang Trainer, Coach, dan lebih suka disebut sebagai Mental Programmer. Memiliki Lisensi resmi dari Richard Bandler sebagai Master Praktisi  NLP. Untuk mengetahui informasi lengkap tentang penulis silakan kunjungi http://NurMuhammadian.blogspot.com Penulis buku “Kripik untuk Jiwa”]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s