[Kripik 63] Mengkhawatirkan Potensi Ancaman

resah di bawah hujanSaya berencana bepergian dengan menggunakan kendaraan umum pada siang hari, namun pada pagi harinya hujan mulai turun deras. Pada pagi hari itu saya merasa resah karena khawatir derasnya hujan akan menghambat perjalanan di siang hari.

Saat mengantar anak ke sekolah TK saya memarkir mobil menunggu sampai anak saya  pulang, tiba-tiba ada mobil parkir melintang menghalangi. Saya merasa resah karena khawatir akan kesulitan keluar bila anak saya waktunya pulang  nanti.

Keresahan saya di pagi hari karena hujan bisa menghambat perjalanan di siang hari, dan keresahan memikirkan cara keluar dari tempat parkir karena jalan dihalangi mobil lain, membuat saya tidak nyaman dan mengurangi kebahagiaan saya. Saya tidak bisa menikmati waktu dengan nyaman dan bahagia.

Padahal, sebenarnya, saya tidak bisa memastikan bahwa saat siang, saat akan berangkat bepergian, hujan masih turun. Saya juga tidak bisa memastikan bahwa saat anak saya selesai sekolah, mobil parkir yang menghalangi belum beranjak dari tempatnya. Kemungkinan perubahan cuaca   besar sekali antara pagi sampai siang, dan mobilitas kendaraan yang  parkir juga tinggi sebelum anak saya usai. Sangat besar kemungkinan pada siang hari hujan sudah reda sehingga saya bisa memulai perjalanan tanpa hambatan. Besar juga kemungkinan mobil yang perkir menghalangi segera beranjak sehingga saya bisa keluar dengan mudah pada saatnya.

Seringkali dalam hidup kita terlalu mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi hanya karena kondisi saat ini. Kita terlalu mengkhawatirkan kondisi saat ini menjadi potensi ancaman kondisi masa depan, padahal potensi manfaat sama besar peluang terjadinya. Kekhawatiran kita mengurangi kebahagiaan dan membuat kita tidak bisa berpikir jernih atau bertindak efektif, padahal yang kita khawatirkan belum tentu terjadi. Terlalu resah mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu terjadi justru akan membuat kita kehilangan potensi manfaat yang bisa kita dapatkan.

Terlalu RESAH mengkhawatirkan sesuatu yang BELUM TERJADI sama dengan MEMBAYAR UANG MUKA musibah atau PENDERITAAN, tidak ada manfaatnya sama sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s